Jenis-Jenis Busi Sepeda Motor Berdasarkan Performa

Loading...

Busi atau spark plug adalah salah satu komponen yang berguna untuk mendukung kinerja mesin agar bisa menyala dan bekerja. Dengan peran penting tersebut, tidak ada salahnya jika Anda mengenali jenis-jenis busi sepeda motor berdasarkan performa yang biasa digunakan untuk mendukung kinerja motor Anda. Karena sebagus atau sekencang apapun motor Anda jika tanpa busi maka niscaya motor tersebut tidak akan menyala.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Kegunaan busi pada sepeda motor
– Jenis-jenis busi sepeda motor berdasarkan performa

Pemilihan busi pun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan penggunaan, sehingga performa mesin motor bekerja dengan maksimal saat melaju di jalanan. Di bawah ini adalah jenis-jenis busi sepeda motor berdasarkan performa yang bisa Anda ketahui:

1. Busi Standar (Cooper)
Dikutip dari GridOto.com, busi standar adalah busi bawaan asli dari pabrikan motor. Ujung elektroda busi standar ini terbuat dari bahan nikel, dengan diameter elektroda center rata-rata 2,5 cm. Ketika kondisi pembakaran normal dan tidak dipengaruhi faktor lain seperti oli mesin dan konsumsi BBM yang berlebihan, usia busi standar ini mencapai 20 ribu km.

2. Busi Iridium
Busi ini juga disebut busi semi kompetisi. Busi ini banyak digunakan pada sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 150 cc. Karakteristik fisik dari busi iridium yang memiliki diameter elektroda sekitar 0,6 mm-0,8 mm. Bagian ujung elektroda terbuat dari nikel. Sedangkan elektroda tengah terbuat dari iridium alloy berwarna platinum buram.

Loading...

Masa pakai busi ini mencapai 50 ribu hingga 70 ribu km. Busi iridium ini sangat cocok untuk mesin motor berkapasitas besar di atas 150 cc. Baca pula selengkapnya tentang kelebihan menggunakan busi iridium yang pernah kami posting sebelumnya.

3. Busi Racing
Busi racing memiliki desain yang berbeda. Busi ini memiliki diameter center kecil dan meruncing seperti jarum. Busi racing dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration, oleh karena itu busi racing dirancang khusus menggunakan bahan yang tahan terhadap kompresi dan suhu mesin yang tinggi. Usia pakai busi racing ini tergolong pendek antara 20 ribu hingga 30 ribu km. Sesuai dengan namanya busi ini diperuntukkan untuk keperluan racing sehingga tidak tepat jika busi racing digunakan untuk pemakaian sehari-hari.

4. Busi Resistor
Jenis busi resistor ini tergolong memiliki karakteristik fisik berlogo R di bagian bodi. Huruf R di busi ini sering diartikan sebagai Racing. Padahal arti R sebenarnya adalah Resistor yang berfungsi untuk melindungi perangkat elektronik digital, seperti speedometer dan lainnya. Sehingga busi resistor ini sangat cocok digunakan sebagai pelindung perangkat elektronik digital motor.

5. Busi Platinum
Jika Anda seorang penggemar touring, biasanya Anda akan lebih memilih jenis busi platinum meskipun seperti yang diketahui jenis busi ini tergolong mahal. Jenis busi platinum memiliki usia mencapai 30 ribu km. Jadi, performa itu sangat sempurna untuk bepergian jarak jauh atau touring karena memiliki daya tahan cukup baik dalam pemakaian jangka waktu yang lama. Busi platinum ini memiliki diameter center elektroda 0,5 mm – 0,8 mm. Sementara itu, ujung elektroda terbuat dari nikel dan elektroda center terbuat dari platinum.

Demikianlah jenis-jenis busi sepeda motor yang bisa Anda ketahui. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda dalam dunia otomotif yaa Sobat.

Loading...