Ringkasan cepat
- Sebelum membandingkan, pastikan dulu NMAX yang mana: ada tiga keluarga dengan harga resmi terpaut hampir lima belas juta.
- Angka berat kedua pabrikan diukur dengan cara berbeda, jadi selisih dua sampai tiga kilogram itu tidak mengukur apa pun.
- Selisih tenaganya cuma setengah kilowatt, sedangkan ukuran ban depan dan tinggi bodinya berbeda jauh lebih terasa.
Jawaban langsung: Keduanya bermesin 155 cc dengan selisih tenaga hanya 0,5 kW, jadi pertanyaan “bagus mana” tidak dijawab angka mesin. Pembedanya ada di tempat lain: PCX160 memakai ban depan 14 inci dan tangki 8,1 liter, NMAX bodinya 77 mm lebih tinggi dengan jarak sumbu roda lebih panjang. Dan “NMAX” sendiri ada tiga keluarga.
Kondisi utama: harga dan spesifikasi di bawah diambil dari situs resmi kedua pabrikan pada 3 November 2026. Harga Honda berlaku OTR DKI Jakarta mulai 1 Oktober 2026; harga Yamaha tercantum sebagai Harga Rekomendasi OTR Jakarta.
Batas: yang dibandingkan angka resmi pabrikan, bukan hasil uji jalan. Konsumsi bensin, kenyamanan boncengan, dan biaya servis sengaja tidak diadu karena tidak ada angka resmi yang setara untuk keduanya.
“NMAX” Itu Tiga Keluarga, Bukan Satu Motor
Ini yang membuat separuh perdebatan di internet tidak nyambung.
Di situs resmi Yamaha, nama NMAX dipakai tiga lini sekaligus: NMAX 155 yang masih dijual, NMAX Neo, dan NMAX “TURBO”. Harga Rekomendasi OTR Jakarta-nya berjenjang dari Rp 32.175.000 untuk NMAX 155 Standard sampai Rp 46.945.000 untuk “TURBO” TECH MAX Ultimate.
Jaraknya hampir lima belas juta rupiah. Jadi “NMAX vs PCX” bisa berarti adu motor Rp 32 juta lawan Rp 35 juta, atau Rp 47 juta lawan Rp 41 juta — dua percakapan yang sama sekali berbeda.
Honda lebih sederhana: PCX160 punya tiga tipe, yaitu CBS, ABS, dan Honda RoadSync.
Mesinnya: Beda Langkah, Beda Watak
Kapasitasnya nyaris sama, tetapi cara mencapainya berbeda.
Menurut situs resmi Astra Honda, PCX160 bermesin eSP+ 156,9 cc dengan diameter 60 mm dan langkah 55,5 mm, kompresi 12:1. Tenaganya 11,8 kW (16 PS) pada 8.500 rpm dan torsi 14,7 Nm pada 6.500 rpm.
NMAX memakai mesin Blue Core VVA 155,09 cc dengan diameter 58 mm dan langkah 58,7 mm, kompresi 11,6:1. Tenaganya 11,3 kW pada 8.000 rpm, torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm.
Perhatikan dua hal. Pertama, selisihnya tipis: 0,5 kW dan 0,5 Nm. Kedua, bentuk mesinnya berbeda — diameter PCX lebih besar daripada langkahnya, sedangkan NMAX langkahnya sedikit lebih panjang daripada diameternya, dan puncak tenaga PCX datang 500 rpm lebih tinggi. Soal bagaimana ukuran silinder membentuk karakter mesin dibahas di perbedaan mesin satu silinder dan dua silinder.
Kenapa Angka Beratnya Tidak Bisa Dikurangkan?

Di sinilah angka yang paling sering dikutip justru paling sering salah dipakai.
Yamaha mencantumkan Berat Isi 135 kg. Honda mencantumkan Berat Kosong 132 kg untuk tipe CBS dan ABS, serta 133 kg untuk RoadSync. Berat isi sudah menghitung bensin, oli, dan cairan lain; berat kosong belum.
Artinya kedua angka itu tidak boleh dikurangkan satu sama lain. Tangki NMAX saja berisi 7,1 liter bensin, dan bensin sebanyak itu beratnya di atas lima kilogram. Membandingkan keduanya seperti membandingkan berat badan sebelum dan sesudah sarapan.
Yang memang bisa dibandingkan langsung ada tiga: tinggi tempat duduk 770 mm lawan 764 mm, jarak terendah ke tanah 125 mm lawan 135 mm, dan kapasitas tangki 7,1 liter lawan 8,1 liter.
Ban Depan 13 Inci Lawan 14 Inci
Ini perbedaan paling konkret yang bisa Anda lihat di parkiran.
PCX160 memakai ban depan 110/70-14 dan belakang 130/70-13. NMAX memakai 110/70-13 di depan dan 130/70-13 di belakang. Jadi lebarnya identik, yang berbeda diameter pelek depannya.
Angka di dinding ban itu punya arti masing-masing, dan cara membacanya ada di cara membaca kode ban motor.
Perbedaan satu inci itu berpasangan dengan jarak sumbu roda: NMAX 1.340 mm, PCX160 1.313 mm. Jadi NMAX sedikit lebih panjang, sementara roda depan PCX sedikit lebih besar.
Tangki, Jok, dan Tinggi Bodi
Selisih yang paling besar justru tidak pernah disebut di iklan.
Tinggi keseluruhan NMAX 1.200 mm, sedangkan PCX160 1.123 mm. Selisih 77 mm, hampir delapan sentimeter, dan itu ukuran bodi utuh berikut layar anginnya.
Panjang dan lebarnya justru nyaris kembar: 1.935 x 740 mm untuk NMAX, 1.936 x 742 mm untuk PCX160. Beda satu dan dua milimeter.
Tangki PCX160 lebih besar satu liter penuh, 8,1 liter lawan 7,1 liter. Untuk pemakaian harian, itu kira-kira satu kali pengisian lebih jarang dalam sebulan.
Rem dan Suspensi: Hampir Sama di Atas Kertas
Keduanya memakai cakram hidrolik di depan dan di belakang.
Yang membedakan tipe tertingginya. PCX160 CBS memakai kaliper triple pots dengan Combi Brake System, sedangkan tipe ABS dan RoadSync memakai Anti Lock Braking System. NMAX “TURBO” disebut memakai Dual Channel ABS.
Suspensi belakang PCX160 tipe ganda, dan khusus RoadSync bertabung. NMAX memakai unit swing dengan Rear Sub-Tank Suspension pada varian tertentu. Rangkanya pun berbeda nama: Double Cradle untuk PCX160, Underbone untuk NMAX.
Fungsi ABS dan kontrol traksi sendiri sering disalahpahami, dan penjelasannya ada di ABS dan traction control di motor.
Harga Resmi dan Rentang yang Bertumpuk

Angka resminya membuat satu hal langsung terlihat.
PCX160 dijual Rp 35.000.000 untuk CBS, Rp 38.601.000 untuk ABS, dan Rp 41.601.000 untuk Honda RoadSync. Seluruh rentang itu jatuh di dalam rentang NMAX, yang membentang dari Rp 32.175.000 sampai Rp 46.945.000.
Jadi NMAX punya tipe yang lebih murah daripada PCX termurah, sekaligus tipe yang lebih mahal daripada PCX termahal. Tumpang tindih sesungguhnya ada di Rp 35 juta sampai Rp 41,6 juta, dan di situlah keduanya benar-benar bersaing.
Fitur Mana yang Benar-Benar Terasa Harian?
Daftar fitur paling panjang belum tentu paling berguna.
Yamaha menyebut NMAX “TURBO” membawa YECVT, Y-Shift tiga tingkat, mode berkendara T dan S, Traction Control System, layar TFT bernavigasi, Smart Key, Stop & Start System, dan bagasi 25 liter. Honda menyebut RoadSync sebagai pembeda tipe tertinggi PCX160.
Perlu jujur disebut: yang dibandingkan di atas tabel spesifikasi, bukan daftar fitur pemasaran kedua merek secara lengkap. Jadi jangan membaca bagian ini sebagai bukti satu motor punya lebih banyak fitur daripada yang lain.
Yang pasti terasa tiap hari justru yang sederhana: bagasi, soket listrik, dan tinggi jok. Soal mengisi daya ponsel sambil jalan, syaratnya ada di pasang charger HP di motor.
Apa yang Tidak Dijawab Angka Pabrikan?
Banyak, dan justru itu yang paling sering ditanyakan.
Konsumsi bensin tidak dicantumkan setara oleh kedua pabrikan, jadi angka “irit mana” tidak bisa diadu dari sumber resmi. Begitu juga kenyamanan boncengan, bunyi CVT, dan biaya servis berkala.
Satu hal yang bisa disiapkan sejak awal: keduanya motor matik, dan keduanya menanggung beban yang sama di CVT. Tanda-tanda CVT yang mulai bermasalah berlaku untuk dua-duanya, dan daftarnya ada di perawatan CVT motor matic.
Mana yang Cocok untuk Anda
Jawabannya berangkat dari anggaran, bukan dari merek.
Kalau anggarannya di bawah Rp 35 juta, pertanyaannya bukan NMAX atau PCX melainkan NMAX yang mana — karena di harga itu PCX belum punya tipe. Kalau anggarannya Rp 35 sampai Rp 41 juta, barulah keduanya benar-benar berhadapan, dan pilihannya turun ke tiga hal yang sudah terukur di atas: roda depan 14 inci dan tangki lebih besar di PCX, atau bodi lebih tinggi dan rentang varian lebih luas di NMAX.
Di atas Rp 42 juta, yang tersisa cuma NMAX “TURBO” TECH MAX. Perbandingan sejenis untuk kelas di bawahnya ada di Honda Vario 160 vs Yamaha NMax.
Satu saran penutup yang tidak ada di tabel mana pun. Karena selisih tenaganya cuma 0,5 kW, yang akan Anda rasakan tiap hari bukan mesinnya melainkan postur duduk dan tinggi bodinya — dan dua hal itu tidak bisa dinilai dari angka. Duduki keduanya di dealer, dengan kaki menapak, sebelum memutuskan apa pun.
