Ciri Bendik Motor Rusak: Bunyinya Bisa Menipu

Bendik atau relay starter motor terpasang di dekat aki dengan kabel tebal merah dan hitam, terlihat tajam di sisi kanan foto bernuansa gelap, dengan judul Ciri bendik motor rusak dan keterangan bunyi cetek-cetek bisa datang dari aki

Ringkasan cepat

  • Bendik cuma sakelar besar: dia menyambungkan aki ke dinamo starter, dan tidak mengerjakan apa pun selain itu.
  • Bunyi cetek-cetek saat distarter tidak cukup dipakai sebagai vonis: aki yang mulai lemah berbunyi persis sama.
  • Yang memastikan cuma dua cara: menjembatani kedua terminal besarnya dengan obeng, atau mengukur hambatannya memakai multi-tester.

Jawaban langsung: Ciri bendik motor rusak yang paling sering disebut adalah bunyi cetek-cetek saat tombol starter ditekan, kadang beberapa kali sebelum mesin akhirnya hidup. Bunyi itu belum memvonis bendiknya, karena aki yang lemah menghasilkan bunyi serupa. Pembuktiannya ada dua, dan dua-duanya disebut mekanik yang sama: jembatani terminalnya, atau ukur hambatannya.

Kondisi utama: motor harian yang punya elektrik starter dan bendiknya masih berupa komponen terpisah. Kode part dan harga di bawah berasal dari sumber tahun 2020, jadi angkanya sudah pasti bergerak.

Batas: tidak ada sumber bernarasumber yang menyebut umur pakai bendik, dan sumbernya juga tidak menyebut bagian mana yang diukur saat memakai multi-tester. Yang dibahas gejala dan cara membuktikannya.

Bagian dari: Panduan Kelistrikan dan Lampu Motor, kumpulan panduan gejala, cara cek, dan perbaikan kelistrikan motor harian.

Apa Sebenarnya Tugas Bendik?

Menyambung. Itu saja, dan daftar yang disambungnya yang membuatnya penting.

Pardiman, Kepala mekanik bengkel Takutic Motor, Kebagusan, Jakarta Selatan, menyebutkannya lewat Otoseken: “Relay starter ini fungsinya sebagai jembatan penghubung antara kontak, aki dan dinamo starter di motor.”

Perhatikan tiga nama di kalimat itu. Bendik duduk di persimpangan antara kunci kontak, aki, dan dinamo starter — jadi ketiganya ikut tersangka setiap kali starter diam. Kunci kontaknya sendiri punya gejala khas yang dibahas di ciri kunci kontak motor rusak.

Bentuknya pun mengikuti tugas itu. Menurut Motorplus, bendik punya satu kabel yang datang dari aki dan satu lagi yang menuju dinamo starter di dekat mesin. Dua kabel tebal itu yang jadi kunci seluruh pemeriksaan di bawah.

READ  Perbedaan Ban Tubeless dengan Tube Type

Cetek-Cetek Beberapa Kali, Lalu Mesin Hidup

Ini gejala yang paling sering disebut, dan detailnya sering terlewat.

Kata Pardiman: “Pada saat bendik sudah lemah, biasanya ditandai dengan bunyi cetek-cetek beberapa saat baru mesin bisa hidup.”

Baca ujung kalimatnya sekali lagi. Mesinnya hidup. Jadi yang digambarkan di situ bukan bendik yang mati, melainkan bendik yang sudah lemah tetapi masih sanggup menyambung setelah beberapa kali mencoba.

Bendik yang benar-benar mati memberi gambaran berbeda, dan gejalanya bercampur dengan daftar tersangka yang lebih panjang — sakelar rem, standar samping, sekring, sampai sikat arang dinamo. Urutan lengkapnya ada di motor tidak bisa distarter tapi lampu menyala.

Kenapa Bunyi Itu Belum Memvonis Bendik?

Karena sumber bunyinya memang bendik, tetapi penyebabnya belum tentu.

Motorplus menyebutkannya terus terang di artikel yang sama: aki lemah juga bisa membuat bendik bersuara tek, tek, tek. Kontaknya menutup sebentar lalu terbuka lagi karena tegangan runtuh, dan yang terdengar sama persis.

Jadi bunyi itu memberi tahu Anda bahwa bendiknya bekerja, bukan bahwa bendiknya rusak. Keduanya kebalikan.

Artikel yang sama memberi satu pembeda murah: kalau elektrik starter tidak berfungsi akibat aki soak, biasanya kelihatan dari komponen kelistrikan lain, misalnya klakson atau lampu yang ikut tidak normal. Klakson yang melemah punya pemeriksaannya sendiri di klakson motor tidak bunyi, dan penyebab aki cepat habis ada di penyebab aki motor cepat soak.

Uji Paling Cepat: Jembatani Dua Terminalnya

Cara menguji bendik starter motor dengan obeng. Batang obeng diletakkan melintang sehingga menyentuh kedua baut terminal besar bendik sekaligus. Satu terminal menerima kabel dari aki, satunya lagi menuju dinamo starter. Gambar bertuliskan judul Uji Paling Cepat: Jembatani Dua Terminalnya
Ilustrasi cara yang disebut mekaniknya sendiri: kedua terminal besarnya dihubungkan langsung.

Otoseken menyebut ada dua cara memeriksanya, yaitu cara langsung dan cara diukur pakai multi-tester. Yang pertama tidak menuntut alat apa pun selain obeng.

Artikel itu menjelaskannya begini: cara langsungnya dengan menghubungkan kedua terminal kabel di bendik, dan mekanik biasanya menghubungkan kedua kutubnya memakai besi obeng.

READ  Ciri CDI Motor Rusak: Kenapa Harus Dibuktikan Lewat Busi

Vonisnya disebutkan setelah itu: kalau saat dihubungkan mesin langsung hidup tetapi ketika distarter tidak mau nyala, bendiknya perlu diganti. Masuk akal, karena berarti jalur besarnya sehat dan yang gagal justru sakelar yang seharusnya menyambungkannya.

Satu catatan dari kami, bukan dari sumbernya: menjembatani kedua terminal itu melewati tombol starter sekaligus seluruh jalur pengamannya. Mesin bisa berputar tanpa diminta, jadi kerjakan dengan motor berdiri di standar tengah dan persneling di posisi netral.

Cara Kedua: Mengukurnya dengan Multi-tester

Kalau alatnya ada, Pardiman memberi satu kriteria dan satu kalimat.

“Kalau pakai multi-tester bisa diatur ke posisi hambatan atau ohm, jika terbaca tidak ada hambatan lagi artinya bendik sudah rusak,” katanya menutup penjelasan.

Perlu dibaca dengan hati-hati. Sumbernya tidak menyebut bagian mana yang diukur — kumparannya atau titik kontaknya — dan tidak menyebut angka acuan. Jadi perlakukan itu sebagai kriteria satu narasumber, bukan sebagai spesifikasi yang berlaku di semua model.

Kalau Anda belum terbiasa memakai multimeter, urutan dasarnya sudah ditulis di ciri kiprok motor rusak, lengkap dengan cara menyetel posisi ukurnya.

Tombol Starter dan Bendik Itu Dua Barang Berbeda

Dan yang satu jauh lebih murah diperbaiki daripada yang lain.

Adih, Service Advisor Yamaha Mekar Motor Bintaro Tangerang, menyebut penyebab yang sering terlewat: “Iya, switch electric starter enggak mau ‘nyaut’ biasanya karena kotor, tinggal lumasi dengan cairan penetran saja.”

Yang dia bicarakan tombolnya, bukan bendiknya. Tombol yang kotor membuat sinyal tidak pernah sampai, sehingga bendik tidak berbunyi sama sekali — bukan berbunyi cetek-cetek. Membersihkan tombol jauh lebih murah daripada mengganti komponen.

Perlu dicatat bahwa artikel itu sendiri memakai istilahnya dengan longgar: di satu kalimat “switch starter atau bendik” disebut sebagai satu komponen, di kalimat lain “switch electric starter” jelas berarti tombol. Jangan ikut mencampurnya. Sakelar-sakelar lain di setang punya bagiannya sendiri di saklar lampu motor.

READ  Arti Warna Kabel Projie LED 5 Kabel dan Cara Memastikannya

Kode Part, Harga, dan Substitusi yang Lebih Murah

Perbandingan dua bendik atau relay starter motor dilihat dari atas. Yang kiri bawaan motor matik Yamaha dengan kode part 5TP-H9140-00 seharga Rp 92 ribu, yang kanan relay starter Honda Vario 110 seharga Rp 46 ribu. Bentuk badan keduanya berbeda tetapi soketnya sama sehingga bisa langsung dipasang. Gambar bertuliskan judul Harganya Bisa Separuh, Soketnya Sama
Ilustrasi dua bendik yang soketnya sama: badannya berbeda, harganya terpaut separuh.

Bagian ini yang paling jarang disebut, dan paling terasa di dompet.

Lewat Otoseken, Pardiman menyebut kodenya: “Motor matik Yamaha selain yang sudah sistem Smart Motor Generator, pakai relay starter dengan kode part 5TP-H9140-00 dengan harga resmi Rp 92 ribu.” Artikel itu menyebut bendik tersebut dipakai Mio, Fino, Soul GT, X-Ride, Xeon, Aerox 125, Mio M3, dan NMAX lawas.

Lalu penggantinya: “Bisa ambil relay starter punya Vario 110 dan plug and play jadi tinggal copot pasang saja karena soketnya sama meski bentuknya agak berbeda,” kata Pardiman. Harganya disebut Rp 46 ribu, dan artikel yang sama menambahkan bendik Honda itu juga dipakai Supra X 125 FI serta bisa masuk ke Vega, Jupiter, sampai MX King.

Kedua harga itu angka tahun 2020 dan sudah pasti berubah. Yang tetap berguna perbandingannya: selisihnya kira-kira separuh, dan soketnya disebut tidak perlu diubah.

Apa yang Diperiksa Sebelum Menyentuh Bendik?

Urutannya berangkat dari yang paling murah, dan bendik bukan yang pertama.

Mulai dari akinya, karena dialah yang membuat bunyi cetek-cetek paling sering. Lanjut ke terminal dan baut-bautnya yang bisa berkerak atau kendur. Lalu sekring jalur starter, yang letaknya per model ada di letak sekring motor. Baru sesudah itu tombol starternya, lalu bendiknya.

Satu hal yang pantas dibawa sebagai penutup. Bendik termasuk komponen yang paling sering diganti tanpa pernah diperiksa, justru karena gejalanya terdengar meyakinkan. Padahal dua pemeriksaan di atas sama-sama bisa dikerjakan di tempat parkir: satu butuh obeng, satu butuh multimeter, dan dua-duanya selesai dalam hitungan menit. Mengganti bendik tanpa menjalankan salah satunya berarti membayar untuk tebakan — dan kalau yang lemah ternyata akinya, bendik baru pun akan berbunyi cetek-cetek dengan setia.