Lampu Motor Sering Putus: Penyebab dan Urutan Mengeceknya

Tampak dekat bohlam lampu depan H4 yang kacanya bening sehingga dua gulungan filamennya terlihat jelas, dengan panel judul Bohlam lampu motor di sisi kiri

Ringkasan cepat

  • Bohlam yang habis berkali-kali bukan soal mereknya, melainkan soal berapa volt yang sampai ke sana.
  • Satu pengukuran singkat di lampu depan memisahkan masalah dudukan dan bohlam dari masalah di sisi pengisiannya.
  • Dioda yang beredar sebagai jalan pintas ternyata terdaftar sebagai salah satu penyebabnya di sumber yang sama.

Jawaban langsung: Bohlam yang putus berulang hampir selalu berarti tegangan yang sampai ke lampunya tidak ditahan di angka yang wajar. Menurut sumber detikOto, batasnya 15 volt, diukur di bohlamnya sendiri selagi mesin menyala. Di atas angka itu yang dicurigai sisi pengisiannya; di bawahnya, yang dicurigai dudukan, pemasangan, dan bohlamnya sendiri.

Kondisi utama: motor harian berbohlam biasa yang bohlamnya sudah habis lebih dari sekali dalam hitungan minggu, bukan sekali putus lalu normal lagi.

Batas: angka 15 volt itu batas dari satu sumber bengkel, bukan angka yang kami ukur sendiri. Pemilihan komponen penggantinya tetap mengikuti buku servis motor Anda.

Bagian dari: Panduan Kelistrikan dan Lampu Motor, kumpulan panduan gejala, cara cek, dan perbaikan kelistrikan motor harian.

Satu Pengukuran yang Memangkas Setengah Pekerjaan

Diagram pengukuran: kabel dari motor masuk ke rumah soket dan bohlam tertancap di situ, dengan dua kabel ukur voltmeter menempel di kabel yang masuk. Di bawahnya skala tegangan mendatar yang hijau sampai lima belas volt lalu merah sesudahnya, bercabang ke dua kesimpulan: tegangan wajar mengarah ke fitting, pemasangan, dan bohlamnya; tegangan berlebih mengarah ke kabel massa kiprok lalu kiproknya
Angkanya menentukan apa yang dibongkar, bukan tebakan.

Kebanyakan orang mengganti bohlam dulu, lalu mengganti kiprok, lalu kembali mengganti bohlam. Urutan itu mahal karena tidak pernah menjawab pertanyaan dasarnya.

Pertanyaannya cuma satu: berapa volt yang benar-benar sampai ke bohlamnya? detikOto, mengutip Andriyanto dari Bintang Motor, menyebut tegangan yang masuk ke lampu depan tidak seharusnya lebih dari 15 volt, dan kalau lebih, yang perlu diperiksa regulator rectifier alias kiproknya.

Pengukurannya dilakukan saat mesin menyala, dengan voltmeter ditempel di jalur yang masuk ke bohlam. Satu angka itu membelah daftar tersangka jadi dua kelompok yang penanganannya sama sekali berbeda.

READ  Kabel Motor Konslet: Ciri, Penyebab, dan Cara Menemukan Titiknya

Kalau Angkanya 15 Volt atau Kurang

Berarti sisi pengisiannya tidak sedang mengirim kelebihan, dan yang perlu dicurigai hal-hal di sekitar bohlamnya.

Sumber yang sama menyebut tiga: fitting lampu depan yang sudah aus sehingga aliran listriknya tidak stabil, bohlam yang terpasang kendor lalu bergetar sepanjang perjalanan, serta bohlam yang bukan bawaan pabrik atau modifikasi di jalur kelistrikan yang membuat tegangan ke lampunya berlebih.

Dua yang pertama bisa Anda periksa tanpa alat apa pun. Pegang bohlamnya di dudukan, goyangkan pelan, dan lihat apakah dia bergerak. Getaran yang terasa di tangan akan jauh lebih keras saat motor melewati jalan rusak.

Kalau Angkanya Lebih dari 15 Volt

Di sini tersangkanya pindah ke sisi yang mengatur tegangan, dan ada satu langkah yang sering dilewati sebelum kiproknya divonis.

Gejala pendampingnya khas dan pantas dicek sekalian: aki yang ikut cepat habis. Kalau lampu cepat putus dan aki cepat tekor muncul bersamaan, keduanya biasanya satu sebab, bukan dua masalah terpisah.

Cara memastikan kiproknya sendiri ada di ciri kiprok motor rusak, lengkap dengan cara mengukurnya memakai multimeter.

Kenapa Kabel Massanya Diperiksa Sebelum Kiproknya?

Karena kiprok yang sehat pun tidak bisa menahan tegangan kalau jalur massanya tidak terhubung dengan benar.

Pardiman, Kepala Mekanik Takutic Motor di Kebagusan, Jakarta Selatan, menyebut ke Otomotifnet bahwa kabel massa menuju kiprok yang kendur atau putus bisa membuat tegangan berlebih masuk ke lampu utama. Pemeriksaan fisiknya sederhana: raba kiproknya, dan kalau terasa panas, itu tanda overcharge.

Urutannya penting secara biaya. Membersihkan dan mengencangkan satu baut massa tidak memakan ongkos sama sekali, sedangkan kiprok adalah salah satu komponen termahal di jalur ini. Mengganti yang mahal lebih dulu, lalu mendapati gejalanya kembali, adalah cerita yang sering berulang.

READ  Penyebab dan Cara Mengatasi Speedometer Mati

Apakah Lampu Otomatis yang Membuatnya Cepat Putus?

Ini tuduhan yang paling sering muncul di motor keluaran baru, dan sumbernya membantahnya.

Pardiman menyatakan penyebabnya bukan sistem lampu menyala otomatis. Alasannya, kebutuhan arus fitur itu sudah diperhitungkan pabrikan sejak motornya dirancang, jadi dia tidak seharusnya membuat aki cepat habis.

Kenapa motor baru tidak lagi diberi saklar untuk mematikannya dibahas terpisah di saklar lampu motor, berikut kewajiban yang melatarbelakanginya.

Benarkah Dioda Bisa Membuatnya Awet?

Diagram jalur lampu utama motor yang dipasangi dioda, dengan tiga akibat ditandai di bagian tempat masing-masing terjadi: nomor satu di kabel dan dioda untuk risiko korsleting kalau terbalik memasangnya, nomor dua di rumah soket yang digambar merah untuk fitting yang meleleh, dan nomor tiga di filamen bohlam yang digambar putus karena tegangan yang diterimanya melebihi kapasitas
Tujuannya menerangkan, bukan mengawetkan.

Memasang dioda di jalur lampu utama sering beredar sebagai jalan pintas, dan ini bagian yang paling perlu diluruskan.

CNN Indonesia menjelaskan tujuan pemasangannya: membuat lampu bohlam lebih terang tanpa mengganti bohlamnya ke LED, dan banyak dipakai pada motor lawas yang masih memakai bohlam biasa. Jadi sejak awal itu modifikasi penerangan, bukan perbaikan.

Artikel yang sama memuat tiga dampak negatifnya, dan yang ketiga langsung berbenturan dengan alasan orang mencarinya: risiko korsleting kalau pemasangannya terbalik, fitting lampu yang cepat meleleh karena panasnya naik, dan lampu yang cepat putus karena menerima tegangan melebihi kapasitasnya.

Perlu dicatat bahwa artikel itu tidak menyebut narasumber mana pun dan menyatakan dirinya dirangkum dari berbagai sumber. Karena itu langkah pemasangannya tidak kami salin di sini. Yang dipakai hanya satu hal yang tidak bergantung pada narasumber: apa yang dia sebut sebagai tujuan, dan apa yang dia sebut sebagai akibat.

Bohlam Pengganti dan Modifikasi Kelistrikan

Dua sebab terakhir dari daftar detikOto sebenarnya satu keluarga: beban yang tidak lagi sesuai rancangan.

Bohlam yang bukan bawaan bisa menarik daya berbeda dari yang diperhitungkan pabrik, dan modifikasi di jalur kelistrikan bisa mengubah tegangan yang sampai ke lampunya. Cara menghitung beban mana yang masih aman ada di watt lampu LED motor yang aman.

READ  Watt Lampu LED Motor yang Aman dan Cara Menghitung Bebannya Sendiri

Kalau sambungan tambahan itu dipasang sendiri dan sejak itu masalahnya muncul, kecurigaan pindah ke sambungannya. Cara menelusurinya ada di kabel motor konslet.

Urutan yang Masuk Akal

Semuanya bermuara ke satu kebiasaan: jangan mengganti apa pun sebelum angkanya diketahui.

Ukur tegangan di lampu depan saat mesin hidup. Di bawah 15 volt, bereskan dudukan, pemasangan, dan bohlamnya. Di atas 15 volt, periksa kabel massa ke kiprok lebih dulu, baru kiproknya. Kalau gejalanya bukan putus melainkan cuma meredup, pemilahannya berbeda lagi dan ada di lampu motor redup.

Satu bohlam memang murah. Yang mahal mengganti bohlam yang sama enam kali sambil membiarkan sebabnya tetap bekerja.